Minggu, 03 Februari 2008

Poci Asli Slawi

Kenikmatan teh akan lebih terasa apabila di minum dengan menggunakan tempat aslinya “POCI”
Tersedia:
1 set Poci polos coklat muda (1 poci, 2 mug + pan bulat), harga = Rp. 30000,- /set
1 set Poci polos coklat kehitaman (1 poci, 2 mug + pan bulat), harga = Rp. 45000,- /set
1 set Poci polos melamik (1 poci, 2 mug + pan bulat), harga = Rp. 60000,- /set
1 set Poci bermotif (1 poci, 2 mug + pan bulat), harga = Rp. 120000,- /set
1 set Poci bermotif sudah dipakai 1th (1 poci, 2 mug + pan bulat), harga = Rp. 250000,- /set

Sate Glompong Slawi

Meskipun terkenal dengan teh, Slawi bukan merupakan dataran tinggi dengan hawa dingin dengan banyak kebun teh. Slawi merupakan daerah yang dekat dengan Pantura sehingga suhunya cenderung panas dengan kontur tanah yang landai tidak berbukit-bukit.Selain teh, Slawi juga terkenal dengan Sate Glompong-nya. Seperti halnya warung sate kambing lainnya, menu lain yang tersedia disini adalah gulai kambing dan sup kambing. Sate kambingnya cukup empuk, karena sebagaimana sate tegal, dibuat dari kambing muda (bawah lima bulan).Rasa sate kambingnya juga cukup lezat, karena dagingnya yang selalu segar. Demikian juga dengan sup kambingnya, yang terutama terdiri dari daging ‘tetelan’ tulang. Namun, untuk gulai kambingnya, mungkin bagi mereke yang berasal dari Jawa Tengah bagian timur, agak kurang kental. Tetapi, enak juga kok.Sate kambing Glompong buka di Jalan Raya Selatan Banjaran, sekitar 3km dari Slawi arah Tegal, tepat didepan pabrik teh Dua Tang, dari jam 10:00 hingga jam 21:00 WIB. Sebenarnya, warung sate ini merupakan cabang yang di Kota Banjaran,di Jalan Raya Barat Banjaran dekat pasar, lampu merah Banjaran ke Barat, yang dikelola oleh generasi penerus pak Glompong yang lain.Keistimewaan lain di warung sate ini adalah anda bisa minta sate yang anda pesan terdiri dari daging saja, seperti yang selalu kami lakukan. Meminta daging tanpa lemak, karena pada umumnya sate kambing didaerah ini selalu terdapat satu potong lemak untuk setiap tusuknya.Nah, sekarang bagaimana dengan harganya? Mungkin sate Glompong adalah yang paling murah dibanding yang lain. 25 tusuk sate, 3 porsi nasi putih, 3 es teh manis, 2 porsi sup kambing cukup dengan 47 ribu rupiah saja. Mau coba?

Tahu Plethok Slawi

Tahu Plethok Ciri Khas Slawi Kenyal dan GurihHANYA dengan uang Rp 350, kita bisa menikmati tahu plethok buat ngemil atau pelengkap makan. Makanan ini juga cocok untuk oleh-oleh atau buah tangan ketika melancong ke tempat saudara maupun teman.Dilihat dari segi bentuknya, makanan khas Tegal ini ternyata tidak seperti tahu biasa yang terdapat di beberapa kota seperti Solo, Yogyakarta maupun Semarang. Tahu ini berbentuk segitiga berisi masakan tepung yang oleh masyarakat setempat lebih dikenal dengan sebutan aci (jenis masakan dari tepung yang disisipkan dalam tahu-Red)."Tahu itu dikenal dengan nama tahu plethok. Rasanya gurih dan renyah," ujar Agus Santoso (31) ketika ditemui Suara Merdeka saat membeli tahu tersebut di salah satu jalan protokol Kota Slawi.Pria asal Semarang ini mengemukakan, tahu plethok menjadi makanan khas Slawi. Bahkan, bila ada orang menyebut tahu plethok pasti akan menyebut daerah Slawi sebagai pusatnya. Tidak jarang jika dia setiap pergi ke Kabupaten Tegal selalu menyempatkan diri untuk membeli tahu tersebut.Untuk mencari jenis makanan dari bahan tahu, selain tahu plethok, juga ada jenis lain yaitu tahu aci. Apa sih beda keduanya? Seorang produsen tahu plethok Wono Wijoyo (46) yang membuka toko oleh-oleh Randu Alas Jl Dr Soetomo Slawi mengemukakan, kedua jenis makanan itu sama-sama menggunakan bahan baku aci."Cuma tahu aci itu tambahan aci-nya lebih banyak, sedangkan tahu plethok bahan aci-nya sekadar pelengkap dan bukan bahan utama. Penggorengannya pun lain, tahu plethok lebih lama. Karena itu, tahu plethok lebih kering dibandingkan dengan tahu aci," tutur dia ketika ditemui di kediamannya.Dia mengaku memulai menekuni bisnis tahu sejak 1956. Dia mengatakan, jenis tahu yang diproduksi sangat berbeda dengan jenis tahu lain, seperti tahu asal Sumedang atau tahu dari wilayah timur.Kunir"Tahu kami tidak memakai bahan pengawet dan zat pewarna lain. Sebagai pelengkap hanya menggunakan kunir. Dalam mencetak pun dipres dua kali hingga air bibit kedelai itu habis. Kebanyakan pembuatan tahu lain hanya satu kali setelah itu dipotong-potong."Tak mengherankan, bila tahu yang dihasilkan padat dan kenyal. Bumbunya pun tidak macam-macam, hanya menggunakan tepung, merica, dan garam. Ketika ditanya mengenai bahan baku, dia menjawab, selama memproduksi tahu lebih banyak menggunakan kedelai impor. Jenis kedelai itu, ucapnya, jika dibuat tahu hasilnya lebih banyak dibandingkan dengan kedelai lokal."Ya memang kedelai impor lebih super. Selisih harganya pun relatif tipis. Kedelai impor Rp 2.500/kg dan kedelai lokal Rp 2.400/kg. Nah jika tidak ada barang, saya kemudian mencampur dengan kedelai lokal."Sebagai produsen tahu, Wono ternyata juga mengemas dalam bentuk lain yang langsung bisa dikonsumsi pembeli. Selain tahu plethok, dia juga membuat tahu aci, tahu goreng, kerupuk tahu, dan jenis lain. Dia menyatakan omzet penjualan produksi tahunya Rp 100.000 per hari. Bahkan, jumlah itu bisa meningkat pada hari libur dan hari besar."Bila hari libur, kami sampai delapan kali masak. Padahal, hari-hari biasa hanya mampu dua sampai tiga kali masak dengan satu kali masak tiga ratus dua puluh biji," tuturnya.(Wawan Hudiyanto-14)

Jumat, 01 Februari 2008

Slawi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia, selain itu Slawi juga merupakan ibu kota Kabupaten Tegal. Slawi berbatasan dengan Kecamatan Adiwerna di utara, Kecamatan Pangkah di timur, Kecamatan Balapulang di selatan dan Kecamatan Jatibarang (Kabupaten Brebes) di barat.

Slawi terkenal dengan produksi teh dan budaya moci (Minum Teh Poci). Meskipun terkenal dengan teh, Slawi bukan merupakan dataran tinggi dengan hawa dingin dengan banyak kebun teh. Slawi merupakan daerah yang dekat dengan Pantura sehingga suhunya cenderung panas dengan kontur tanah yang landai tidak berbukit-bukit.

Mata pencaharian penduduknya antara lain bertani, pegawai negeri, industri logam, dan industri rumah tangga yang meliputi industri perkayuan (perabotan kayu jati), tekstil (tenun sarung Tradisional), shuttle cock dan lain-lain. Slawi merupakan kota di mana cikal bakal pabrik teh terkemuka di Indonesia yaitu Sosro berada,dan terdapat pabrikan obat Pilkita.

Kebudayaan lainnya yang dapat ditemukan di Slawi adalah wayang kulit dan batik tradisional. Ada pula industri kerajinan tangan dan industri logam.

Tempat-tempat menarik di Slawi

Alun-alun Kota Slawi
Alun-alun Kota Slawi
Stasiun Slawi
Stasiun Slawi
  • Alun-alun Kota Slawi, berupa taman dengan air mancur yang sangat besar, ramai di hari Minggu pagi dan malam minggu berlokasi di depan halaman pendopo kabupaten Tegal Bahari.
  • Monumen Perjuangan GBN (Procot)
  • Ruko Slawi di pusat kota
  • Pasar Baru Slawi
  • Mutiara Cahaya (supermarket pertama) di pusat kota Slawi depan ruko Slawi
  • MAKO BRIGIF-4 (Markas Komando Brigade Infanteri)
  • SD (dahulu SD Putri) Negeri 4 dan 5 Slawi (peninggalan Belanda)
  • Bioskop Singa dan Rama (eks)
  • TamBun (Pertigaan Taman Bunga)

Makanan khas

Beberapa makanan khas dan kegiatan yang terkait:

  • Moci - Budaya minum teh sebagai teman ngobrol, biasanya dilakukan beramai-ramai. Teh dijarangi pada poci tanah (teh poci). kemudian dituang ke dalam cangkir dengan pemanis gula batu. Teh dalam cangkir tidak diaduk. sehingga rasa manis ditemukan pada saat isi teh dalam cangkir hampir habis. Hal ini menyebabkan cangkir terus dituangi.
  • Warteg (Warung Tegal) - Warung makan dengan menu makanan sederhana sehari-hari. Sebagian Warung Tegal dikelola oleh warga Kecamatan Dukuh Turi tepatnya dari desa Sida Purna, Sida Katon dan desa Krandon. Sekarang keberadaan warung model warteg tidak hanya di Tegal saja tetapi sudah ada di seluruh Indonesia, bahkan sudah sampai ke mancanegara (Jepang dan Australia).
  • Mendoan - Tempe goreng dilapis tepung dengan bumbu. digoreng setengah matang. Biasanya sebagai teman minum teh Poci, dihidangkan dengan kecap dicampur cabe rawit. Mendoan juga didapati di daerah Banyumas.
  • Sega Lengko - Nasi lengko adalah nasi dengan bahan pelengkap seperti tempe, tahu yang diiris dadu, toge, kol mentah, dan sambal kacang beserta kerupuk.
  • Tahu kuping - Tahu kuning yang dipotong setengah dengan arah potongan diagonal kemudia bekas potongan yang diagonal tersebut diberi adonan tepung sagu (aci dalam bahasa tegal)kemudian digoreng kenapa disebut tahu kuping karena sang tahu memiliki kuping yang terbuat dari adonan sagu tersebut.
  • Rujak Teplak dengan sambal Tapenya
  • Gemblong kocar-kacir.
  • Soto Tegal - Soto (sauto) yang dicampur tauco.
  • Kemronyos - Sate khas Tegal.
  • Kupat glabed.
  • Kupat Bongkok - kupat asal desa Bongkok.
  • Pilus makanan kecil/snack dari tepung terigu.
  • Kacang asin
  • Krupuk antor.
  • Opak Makanan bundar tipis dari singkong, enak dimakan bareng sambal.
  • Sate bebek Majir.
  • Sate blengong (perkawinan antara itik dan menthok).
  • Martabak Lebaksiu.
  • Jenang/dodol glempang
  • Nasi Ponggol Setan (PongSet)

Tempat makanan terkenal

  • Mie Semplo depan bioskop Singa
  • Soto Pusdok Cessnasari belakang PLN
  • Soto (Sauto) Sedap Malam (Talang)
  • Sate Balibul di Tuwel
  • Sate Kambing No. 4 (belakang PLN Slawi)
  • Sate Tomo
  • Sate Kambing muda Ibu Sari Lebaksiu Jl. Raya Lebaksiu
  • Bakso Kumis di Dekat Tambun
  • Rumah Makan Sari Buah Purwahamba Indah Jl. Raya Suradadi
  • Bakso Teruno di Pangkah/dekat rel kereta tebu.